What's on your mind
when I say Nyot-Nyot? bagi yang punya hobi nonton iklan
di tipi (hobi aneh yang ternyata merupakan hobi saya sendiri :-~), pasti pernah
lihat iklan sejenis snack anak-anak, dimana iklan tersebut memamerkan aksi
flash mob beberapa anak kecil sedang asyiknya menikmati snack tersebut. Saking
asyiknya, tiba-tiba tubuh anak-anak tersebut secara bergantian (dan urut
tentunya) meninggi beberapa (entahlah kalau tidak centi meter mungkin meter)
dan kepala mereka (tentu saja) secara bergantian pula merubah (lebih tepatnya
melonjong) #Let me remain you, it’s such like openingnya warkop DKI waktu
tiba-tiba dari langit jatuh 3 pri dewasa (Dono, Kasino, Indro) dan adegan
selanjutnya adalah bentuk tubuh mereka yang berubah menjadi konyol.
That’s all for
remaining you. Saya tidak akan memaksa
Anda untuk mengingatnya lebih jauh. Inti dari tulisan saya ini adalah saya ingin
menceritakan tentang “murid(murid-murid)” #jangan tercengang kalau saya
menagatakan “murid saya” because I’m teacher now. #Huray keliling api unggun sambil
bilang wow :-P.
As I told you before, I’m
teacher now. Teacher! Tolong digari bawahi kata itu (sedikit lebay). Bagi
yang belum tau, saya kasih tau kalau sekarang saya sedang menjalani praktek
mengakjar atau di fakultas saya beken dengan istilah PPL. Takdir Tuhan
menempatkan saya menjalani PPL di SMA Batik 1 Surakarta. Sebuah sekolah swasta
yang cukup favorit di kota Solo.
Ada yang lupa, saya
adalah seorang seorang guru bahasa Inggris (di sekolah tersebut, tentunya) dan
semua siswa saya memanggil saya dengan panggilan “Miss”. Entah kenapa dalam
lubuk hati terkecil saya, saya tidak terlalu suka dipanggil “miss” Ciyus saya lebih suka dan sangat
berharap kalau saya dipanggil “sensei”(guru dalam bahasa Jepang).
Kembali ke hal yang
akan menjadi poin dari cerita saya. Ini cerita tentang Nyot-Nyot, sebuah kisah
nyata dan bukan fiktif belaka (dan yang pasti tidak ada kisah ketukar-tukar
seperti kebanyakan sinetron saat ini).
Nyot-Nyot adalah siswa
kelas X3 yang sebenarnya mempunya nama yang sangat amazing yaitu Reza (jangan
melemparkan sandal anda kedepan PC kalau anda merasa nama itu tidak amazing).
Once upon a time,
tepatnya ketika saya dan teman saya sedang bertugas piket, tepatnya lagi kamis,
dan tepatnya lagi saya tidak ingat tanggalnya :-D. seperti biasa, kami bertugas
mengambil absen siswa yang terlambat atau yang tidak masuk, dengan cara masuk
ke masing-masing kelas, dari kelas X sampai XII. Unfortunately saya kebagian
jatah ngambil absen kelas X, setelah absen itu terkumpul teman satu perjuangan
saya (beib Lita dan beib Jona) meyetorkan absen tersebut ke bagian kesiswaan
(tepatnya lantai 2).
Pada saat mengumpulkan
absen tersebut itulah adegan flash mob tersebut terjadi. Seorang siswa kelas X3
yang menampilanya cukup menarik (menarik untuk anak SMP, karena ciyus wajahnya
masih cocok baget jadi anak SMP). Teman seperjuangan saya secara tidak sengaja melihat
kebawah yang ternyata tepat sekali kea rah X3. Beberapa detik atau mungkin
menit mereka takjub dengan apa yang mereka lihat, seorang anak kecil sedang
melakukan aksi flash mob Nyo-Nyot dikenyot.
Teman saya kontan
langsung speechless dan selanjutnya tertawa terabahak-bahak. Menyadari kalau
sedang ada dua orang “miss” cantik mengintainya, siswa tersebut langsung ngacir
bersama temannya yang hanya menjadi penonton (namanya Isnain).
“Eh..ada missnya” Teriaknya diikuti langkah seribu menuju menuju
dalam kelas diikuti Isnain yang masih mencari-cari keradaan miss Jona dan miss
Lita.
Aksi frontal tersebut
mereka ceritakan kepada saya beberapa hari kemudian. Dengan hanya mendengarkan
cerita tersebut dari beib(miss) Lita saya sudah tertawa terpingkal-pingkal,
beib Lita begitu maksimal dalam menyampaikan ceritanya. Mungkin sama
maksimalnya dengan aksi flash mob Nyot-Nyot, saya pun menjadi begitu penasaran
dengan sosok munggil bernama Nyot-Nyot Itu.
Ternyata rasa penasaran
saya diketahui Tuhan, pada saat hendak memberikan evaluasi di kelas X3
tiba-tiba saya teringat tentang Nyot-Nyot. Saya meminta beib Lita untuk
menunjukan siapa jati diri Nyot-Nyot yang sebenarnya.
What’s
on earth?. Ternyata Nyot-Nyot adalah sosok mungil yang duduk
di barisan kedua meja guru. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah, ternyata
wajahnya masih sangat imut. Saya saya sudah bilang belum kalau dia masih cocok
jadi anak SMP?
Seketika itu juga saya
langsung tertawa melihat wajahnya dan imajinasi saya langsung ngacir ke adegan flash mob tersebut. Saya tidak bisa menyembunyikan tawa saya,
perut saya langsung menjadi sangat geli.# mungkin cacing-cacing di perut saya
saat itu juga sedang flash mop?, plakk :-P.
Seperti mempunyai
ikatan batin, Nyot-Nyot menyadari kalau ada yang aneh dalam diri saya. Berulang
kali dia bertanya “Ada apa tho miss. Kok ketawa
terus kalau ngelihat saya?”.
Tidak ingin membuatnya
kecewa apalagi malu, saya hanya menjawab “Nggak apa-apa.” tapi ekspresi dan
tawa saya mengatakan lebih dari itu. Dan sialnya dia menyadari hal itu,
sampai-sampai dia memegangi wajahnya, mungkin dia takut kalau ada sesuatu di
wajahnya dan membuat saya tertawa terus. Akhirnya dia ijin ke kamar mandi, saya
yakin adalah “modus” karena dia ingin bercermin dan melihat apakah ada yang aneh
di wajahnya.
Dan begitulah hari-hari
berlalu, begitu melihat baby facenya,
saya lagsung tertawa karena cacing2 di perut saya tiba-tiba melakukan flash mob
Nyot-Nyot dikenyot. Dan berhari-hari pulalah dia semakin penasaran dengan
tingkah laku saya, tapi saya tidak pernah jujur ketika dintanya “kenapa tho
miss kalau ngelihat aku kok ketawa.”
Hari yang berbeda suasana yang sama…
Beberapa
hari kemudian saya masuk lagi ke kelas X3, tepatnya untuk membagikan hasil
ulangan harian. Saat itu Nyo-Nyot duduk bersama seorang siswa yang bernama Raka
(salah beib ada yang ngefans baget sama Raka, yang bisa nebak dapat piring
cantik).
Betapa
gelinya saya ketika pada saat pelajaran tersebut Nyot-Nyot MENGATAKAN bahwa
Raka adalah adiknya. Saya pun kontan bertanya “Kok adiknya nilainya bagus, tapi
kamu Cuma dapet 50?”
“Kan
saya kasih ke dia miss, sebenernya saya juga dimarahi sama mama.” Dia
mengatakannya dengan wajahnya yang innocent.
Tawa
saya untuk kesekian kalinya pecah. Sempat ada pikiran aneh muncul di kepala
saya, bagaimana seorang Reza yang sangat Nyot-Nyot mempunyai seorang adik yang
pendiam, ganteng, dan juga pinter. Seratus delapan puluh derajat berbeda
darinya.
Tidak
hanya itu kisah fiktif yang Nyot-Nyot sampaikan pada saya, dia juga mengatakan
kalau mereka selalu pulang bersama dan tidur disatu kamar yang sama.
#To Be continued someday…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar