Kamis, 08 November 2012

Nyot-Nyot and His Brother



What's on your mind when I say Nyot-Nyot? bagi yang punya hobi nonton iklan di tipi (hobi aneh yang ternyata merupakan hobi saya sendiri :-~), pasti pernah lihat iklan sejenis snack anak-anak, dimana iklan tersebut memamerkan aksi flash mob beberapa anak kecil sedang asyiknya menikmati snack tersebut. Saking asyiknya, tiba-tiba tubuh anak-anak tersebut secara bergantian (dan urut tentunya) meninggi beberapa (entahlah kalau tidak centi meter mungkin meter) dan kepala mereka (tentu saja) secara bergantian pula merubah (lebih tepatnya melonjong) #Let me remain you, it’s such like openingnya warkop DKI waktu tiba-tiba dari langit jatuh 3 pri dewasa (Dono, Kasino, Indro) dan adegan selanjutnya adalah bentuk tubuh mereka yang berubah menjadi konyol.
That’s all for remaining you. Saya tidak akan  memaksa Anda untuk mengingatnya lebih jauh. Inti dari tulisan saya ini adalah saya ingin menceritakan tentang “murid(murid-murid)” #jangan tercengang kalau saya menagatakan “murid saya” because I’m teacher now. #Huray keliling api unggun sambil bilang wow :-P.
As I told you before, I’m teacher now. Teacher! Tolong digari bawahi kata itu (sedikit lebay). Bagi yang belum tau, saya kasih tau kalau sekarang saya sedang menjalani praktek mengakjar atau di fakultas saya beken dengan istilah PPL. Takdir Tuhan menempatkan saya menjalani PPL di SMA Batik 1 Surakarta. Sebuah sekolah swasta yang cukup favorit di kota Solo.
Ada yang lupa, saya adalah seorang seorang guru bahasa Inggris (di sekolah tersebut, tentunya) dan semua siswa saya memanggil saya dengan panggilan “Miss”. Entah kenapa dalam lubuk hati terkecil saya, saya tidak terlalu suka dipanggil “miss” Ciyus saya lebih suka dan sangat berharap kalau saya dipanggil “sensei”(guru dalam bahasa Jepang).
Kembali ke hal yang akan menjadi poin dari cerita saya. Ini cerita tentang Nyot-Nyot, sebuah kisah nyata dan bukan fiktif belaka (dan yang pasti tidak ada kisah ketukar-tukar seperti kebanyakan sinetron saat ini).
Nyot-Nyot adalah siswa kelas X3 yang sebenarnya mempunya nama yang sangat amazing yaitu Reza (jangan melemparkan sandal anda kedepan PC kalau anda merasa nama itu tidak amazing).
Once upon a time, tepatnya ketika saya dan teman saya sedang bertugas piket, tepatnya lagi kamis, dan tepatnya lagi saya tidak ingat tanggalnya :-D. seperti biasa, kami bertugas mengambil absen siswa yang terlambat atau yang tidak masuk, dengan cara masuk ke masing-masing kelas, dari kelas X sampai XII. Unfortunately saya kebagian jatah ngambil absen kelas X, setelah absen itu terkumpul teman satu perjuangan saya (beib Lita dan beib Jona) meyetorkan absen tersebut ke bagian kesiswaan (tepatnya lantai 2).
Pada saat mengumpulkan absen tersebut itulah adegan flash mob tersebut terjadi. Seorang siswa kelas X3 yang menampilanya cukup menarik (menarik untuk anak SMP, karena ciyus wajahnya masih cocok baget jadi anak SMP). Teman seperjuangan saya secara tidak sengaja melihat kebawah yang ternyata tepat sekali kea rah X3. Beberapa detik atau mungkin menit mereka takjub dengan apa yang mereka lihat, seorang anak kecil sedang melakukan aksi flash mob Nyo-Nyot dikenyot.
Teman saya kontan langsung speechless dan selanjutnya tertawa terabahak-bahak. Menyadari kalau sedang ada dua orang “miss” cantik mengintainya, siswa tersebut langsung ngacir bersama temannya yang hanya menjadi penonton (namanya Isnain).
Eh..ada missnya” Teriaknya diikuti langkah seribu menuju menuju dalam kelas diikuti Isnain yang masih mencari-cari keradaan miss Jona dan miss Lita.
Aksi frontal tersebut mereka ceritakan kepada saya beberapa hari kemudian. Dengan hanya mendengarkan cerita tersebut dari beib(miss) Lita saya sudah tertawa terpingkal-pingkal, beib Lita begitu maksimal dalam menyampaikan ceritanya. Mungkin sama maksimalnya dengan aksi flash mob Nyot-Nyot, saya pun menjadi begitu penasaran dengan sosok munggil bernama Nyot-Nyot Itu.
Ternyata rasa penasaran saya diketahui Tuhan, pada saat hendak memberikan evaluasi di kelas X3 tiba-tiba saya teringat tentang Nyot-Nyot. Saya meminta beib Lita untuk menunjukan siapa jati diri Nyot-Nyot yang sebenarnya.
What’s on earth?. Ternyata Nyot-Nyot adalah sosok mungil yang duduk di barisan kedua meja guru. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah, ternyata wajahnya masih sangat imut. Saya saya sudah bilang belum kalau dia masih cocok jadi anak SMP?
Seketika itu juga saya langsung tertawa melihat wajahnya dan imajinasi saya langsung ngacir ke adegan flash mob tersebut.  Saya tidak bisa menyembunyikan tawa saya, perut saya langsung menjadi sangat geli.# mungkin cacing-cacing di perut saya saat itu juga sedang flash mop?, plakk :-P.
Seperti mempunyai ikatan batin, Nyot-Nyot menyadari kalau ada yang aneh dalam diri saya. Berulang kali dia bertanya “Ada apa tho miss. Kok ketawa terus kalau ngelihat saya?”.
Tidak ingin membuatnya kecewa apalagi malu, saya hanya menjawab “Nggak apa-apa.” tapi ekspresi dan tawa saya mengatakan lebih dari itu. Dan sialnya dia menyadari hal itu, sampai-sampai dia memegangi wajahnya, mungkin dia takut kalau ada sesuatu di wajahnya dan membuat saya tertawa terus. Akhirnya dia ijin ke kamar mandi, saya yakin adalah “modus” karena dia ingin bercermin dan melihat apakah ada yang aneh di wajahnya.
Dan begitulah hari-hari berlalu, begitu melihat baby facenya, saya lagsung tertawa karena cacing2 di perut saya tiba-tiba melakukan flash mob Nyot-Nyot dikenyot. Dan berhari-hari pulalah dia semakin penasaran dengan tingkah laku saya, tapi saya tidak pernah jujur ketika dintanya “kenapa tho miss kalau ngelihat aku kok ketawa.”
Hari yang berbeda suasana yang sama…
            Beberapa hari kemudian saya masuk lagi ke kelas X3, tepatnya untuk membagikan hasil ulangan harian. Saat itu Nyo-Nyot duduk bersama seorang siswa yang bernama Raka (salah beib ada yang ngefans baget sama Raka, yang bisa nebak dapat piring cantik).
            Betapa gelinya saya ketika pada saat pelajaran tersebut Nyot-Nyot MENGATAKAN bahwa Raka adalah adiknya. Saya pun kontan bertanya “Kok adiknya nilainya bagus, tapi kamu Cuma dapet 50?”
            “Kan saya kasih ke dia miss, sebenernya saya juga dimarahi sama mama.” Dia mengatakannya dengan wajahnya yang innocent.
            Tawa saya untuk kesekian kalinya pecah. Sempat ada pikiran aneh muncul di kepala saya, bagaimana seorang Reza yang sangat Nyot-Nyot mempunyai seorang adik yang pendiam, ganteng, dan juga pinter. Seratus delapan puluh derajat berbeda darinya.
            Tidak hanya itu kisah fiktif yang Nyot-Nyot sampaikan pada saya, dia juga mengatakan kalau mereka selalu pulang bersama dan tidur disatu kamar yang sama.
#To Be continued someday…




Tidak ada komentar:

Posting Komentar