Kamis, 18 Agustus 2011

It's me


                                                It’s me

            “Every one is unique” I believe in this quotation. Setiap orang itu unik, begitupun aku walaupu kadang aku ngerasa aku agak aneh. Mungkin setiap orang tidak hanya unik tapi juga aneh, mereka itu seperti diagram batang yang terdiri dari beberapa persen sifat-sifat yang berbeda dan mungkin bertentangan. Tapi mencoba mengerti dan memahami orang lain itu ternyata menyenangkan tidak sulit, tapi tentu lebih mudah untuk memahami diri kita sendri.
            Back to my self, selama ini aku merasa mengalami fase yang menurutku sangat unik. Aku mulai mmahami diriku saat TK, saat TK kehidupanku mungkin agak berbeda dengan orang lain. Saat itu aku merasa kalau aku sudah sedikit teraniaya, setiap kali pulang sekolah selalu dibohongi teman temanku, aku disuruh lewat suatu jalan dan disuruh berjalan paling depan. Ketika aku sudah jauh berjalan ternyata mereka malah lari lewat jalan lain. Setiap hari selalu pulang sekolah dengan menangis, mungkin karena itu juga aku jadi gampang banget nangis. Belum lagi kalau ada teman yang nasinya jatuh ketanah atau teman yang jatuh saat berjalan selalu saja aku yang dituduh mengajaknya berlari atau menjatuhkan makanannya. Bahkan waktu kecil aku sudah mendapat fitnah dari tetangga yang kurang suka dengan keluargaku. Entah apa salah kami pada keluarga tersebut, mereka selalu memusuhi kami sekeluarga apalagi setelah Ayah dan Ibu lumayan berhasil mengadu nasib di tanah bumbu, Kalimantan selatan. Tapi Tuhan itu adil, bukan bermaksud untuk nyukurin mereka, tapi percaya bahwa ini adalah takdir Tuhan dan buah dari setiap perbuatan manusia. Ibu di keluarga tersebut sekarang sedang sakit diabetes militus yang kondisinya lumayan parah, sang anak yang seusia dan selalu sekelas denganku MBA dan sekarang sudah mempunyai anak yang berusia 3tahun.
Masa kecil yang cukup tidak menggembirakan L
            Masa Sekolah tidak jauh berbeda dengan masa TK, seperti selalu diwarnai persaingan dengan anak tetangga tersebut. Walaupun aku pernah sekali kalah, dia dapat ranking 1 sementara aku ranking 3. Tapi Tuhan sayang banget sama aku, aku lulus dengan nilai terbaik dan saat SMP aku masuk kelas A, padahal dikelas tersebut hanya diambil 26 siswa dan dia ranking ke-28.
            Pada saat SMA aku kembali satu sekolah sama dia, bahkan kita selalu dikelas yang sama tapi pada saat kelas XI dia tidak melanjutkan sekolah karena hamil. Tidak tahu kenapa tapi setelah itu rasanya hidupku seperti berubah 180 derajat, aku yang dulu pemalu dan pendiam mulai berubah menjadi pribadi yang sangat riang dan menurutku cukup lucu. Aku mulai menata masa depanku disini. Dan walaupun tidak punya banyak prestasi tapi aku aku merasa hidupku dimulai dari sini, olimpiade fisika, rohis, tenis, dan basket adalah beberapa kegiatan yang aku ikuti selama SMA. Thanks to all my friends in Sangra: Anik, Ina, Sister, Ardian, Relly, Ira, dan semuanya may Alloh bless u all.
            Memasuki pendidikan di Universitas, aku kembali ke siklus awal, pribadi yang pemalu dan bisa dibilang minder. Untunglah pada saat itu Tuhan mengirimkan malaikat tak bersayapnya. Hingga dimana akhirnya aku berada disuatu titik yang sangat tinggi dan untuk kembali lagi titik yang rendah begitu sulit. Menjadi pribadi yang ceria, suka bercanda dan tertawa, dan bahkan ada yang mengatakan aku berlebihan, dan tentunua kalian tahu apa bahasa gaulnya berlebiha atau over. Walaupun sepertinya aku tidak menghiruakna kata-kata tersebut tapi tentu yang tahu apa yang ada didalam hati dan perasaanku adalah aku.
            Terkadang apa yang kita lihat pada orang lain belum tentu menggambarkan apa yang ia rasakan, begitupun yang terjadi padaku. Tapi sudahlah aku bukan orang yang pendendam, tidak peduli apa yang mereka katakana yang penting aku membuat mereka gembira. Dan kalaupun aku merasa mereka sedikit banyak menyakitiku, tapi aku sudah memaafkan mereka. Walaupun mungkin untuk melupakan belum, karena memaafkan itu lebih mudah dari pada melupakan dan itu bukan berarti dendam. Seseorang telah berkata padaku, ketika kamu telah memaafkan seseorang tapi belum bisa melupakan kesalahannya, tapi ketika mampu mampu melihat wajah bahkan matanya dengan perasaan diasa saja dan tidak ada amarah berarti kamu tidak menyimpan dendam untuk orang tersebut. Masalahnya hanya waktu, biarkan waktu yang akan menghapus ingatan tersebut.
            Pada fase ini pernah berfikir bahkan berusa untuk berubah, berubah menjadi seperti orang lain yang sangat manis, tapi ternyata itu sangat sulit. Dulu aku berpandangan bahwa untuk menjadi diri seniri itu terkadang lebih sulit dari pada menjadi orang lain, ternyata pikiran seperti salah, menjadi orang lainlah yang sangat sulit karena memahami dengan diri kita tapi tentu kita tidak memahami orang lain sebaik kita memahami diri kita sendiri.  
            Satu hal yang aku pahami dari fase-fase yang aku alami adalah apapun yang terjadi kita tidak perlu menjadi orang lain. Ketika kamu menjadi manis dengan menjadi orang lain, itu bukan kejujuran, itu pura-pura, dan ketika pula ada orang yang merindukan kamu ketika kamu menjadi orang lain, yang mereka rindukan adalah orang lain tersebut bukan kamu. Dan apapun yang terjadi jalanilah sebagai bagian dari takdir Tuhan, dan bukankah Tuhan adil dan tahu yang terbaik bagi kita, dan bukankah pula rencana Tuhan itu selalu indah. Kalau hari ini kamu menangis bukan berarti besok atau lusa kamu juga akan menangis. Dan kalau boleh memilih aku ingin menjalani hidupku ini seperti minum obat, awalnya memang pahit atau bahkan mungkin kita akan muntah, tapi setelah itu kita menjadi  sehat dan merasakan manisnya hidup ini.
  

Selasa, 09 Agustus 2011

amalan selama puasa

AMALAN DAN IBADAH YANG HARUS DIPERBANYAK SELAMA BULAN PUASA RAMADHAN

Selasa, 26 Juli 2011

Memperbanyak amalan, ibadah di bulan Ramadhan adalah hal yang dianjurkan, selain menambah pahala juga untuk mempertinggi kualitas ibadah kita selama puasa Ramadhan, artinya tidak hanya berpuasa, tapi juga melakukan berbagai perbuatan baiik lainnya, diantaranya (dikutip dari berbagai sumber) :
Shiyam (puasa)
Shaum atau shiyam bermakna menahan (al-imsaak), dan menahan itulah aktifitas inti dari puasa. Menahan makan dan minum serta segala macam yang membatalkannya dari mulai terbit fajar sampai tenggelam matahari dengan diiringi niat. Jika aktifitas menahan ini dapat dilakukan dengan baik, maka seorang muslim memiliki kemampuan pengendalian, yaitu pengendalian diri dari segala hal yang diharamkan Allah.
Dalam berpuasa, orang beriman harus mengikuti tuntunan Rasul saw . atau sesuai dengan adab-adab Islam sehingga puasanya benar.
Berinteraksi dengan Al-Quran
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Quran (QS.2:185).
(Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
Pada bulan ini Al-Qur’an benar-benar turun ke bumi (dunia) untuk menjadi pedoman manusia dari segala macam aktifitasnya di dunia. Dan malaikat Jibril turun untuk memuroja’ah (mendengar dan mengecek) bacaan Al-Quran dari Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam Maka tidak aneh jika Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam lebih sering membacanya pada bulan Ramadhan. Iman Az-Zuhri pernah berkata : Apabila datang Ramadhan maka kegiatan utama kita (selain shiyam) ialah membaca Al-Quran. Hal ini tentu saja dilakukan dengan tetap memperhatikan tajwid dan esensi dasar diturunkannya Al-Quran untuk ditadabburi, dipahami, dan diamalkan (QS.Shod: 29).
(Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran ).
Pada bulan ini umat Islam harus benar-benar berinteraksi dengan Al-Qur’an untuk meraih keberkahan hidup dan meniti jenjang menuju umat yang terbaik dengan petunjuk Al-Qur’an. Berinteraksi dalam arti hidup dalam naungan Al-Qur’an baik secara tilawah (membaca), tadabbur (memahami), hifzh (menghafalkan), tanfiidzh (mengamalkan), ta’liim (mengajarkan) dan tahkiim (menjadikannya sebagai pedoman). Rasulullah saw . bersabda:
Sebaik-baiknya kamu orang yang mempelajari Al-Qur’an dan yang mengajarkannya.
Qiyam Ramadhan (Shalat Tarawih)
Ibadah yang sangat ditekan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam di malam Ramadhan adalah Qiyamu Ramadhan. Qiyam Ramadhan diisi dengan sholat malam atau yang biasa dikenal dengan sholat tarawih. Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda:
Barang siapa yang melakukan qiyam Romadon dengan penuh iman dan perhitungan, maka diampuni dosanya yang telah lalu (Muttafaqun’aliahi)
Memperbanyak Dzikir, Do’a dan Istighfar
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana kebaikan pahalanya dilipatgandakan, oleh karena itu jangan membiarkan waktu sia-sia tanpa aktifitas yang berarti. Diantara aktifitas yang sangat penting dan berbobot tinggi, namun ringan dilakukan oleh umat Islam adalah memperbanyak dzikir, do’a dan istighfar. Bahkan do’a orang-orang yang berpuasa sangat mustajab, maka perbanyaklah berdo’a untuk kebaikan dirinya dan umat Islam yang lain, khususnya yang sedang ditimpa kesulitan dan musibah.
Do’a dan istighfaar pada saat mustajab adalah:
  • Saat berbuka puasa
  • Sepertiga malam terakhir, yaitu ketika Allah SWT. turun ke langit dunia dan berkata:Siapa yang bertaubat ? Siapa yang meminta ? Siapa yang memanggil, sampai waktu shubuh (HR Muslim)
  • Memperbanyak istighfar pada waktu sahur. Allah Ta’ala berfirman, Dan waktu sahur mereka memohon ampun.
  • Mencari waktu mustajab pada hari Jum’at, yaitu disaat-saat terakhir pada sore hari Jum’at.
  • Duduk untuk dzikir, do’a dan istighfaar di masjid, yaitu setelah menunaikan sholat Shubuh sampai terbit matahari. Sebagaimana disebutkan dalam hadits: Barangsiapa shalat Fajar berjama’ah di masjid, kemudian tetap duduk berdzikir hingga terbit matahari, lalu sholat dua rakaat, maka seakan-akan ia mendapat pahala haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna (HR At-Tirmidzi)
Shodaqoh, Infak dan Zakat
Rasulullah saw. adalah orang yang paling pemurah dan dibulan Ramadhan beliau lebih pemurah lagi. Kebaikan Rasulullah saw. di bulan Ramadhan melebihi angin yang berhembus karena begitu cepat dan banyaknya. Dalam sebuah hadits disebutkan :
Sebaik-baiknya sedekah yaitu sedekah di bulan Ramadhan (HR Al-Baihaqi, Alkhotib dan At-Turmudzi)
Dan salah satu bentuk shodaqoh yang dianjurkan adalah memberikan ifthor (santapan berbuka puasa) kepada orang-orang yang berpuasa. Seperti sabda beliau:
Barangsiapa yang memberi ifthor kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).
Menuntut Ilmu dan Menyampaikannya
Bulan Ramadhan adalah saat yang paling baik untuk menuntut ilmu ke-Islaman dan mendalaminya. Karena di bulan Ramadhan hati dan pikiran sedang dalam kondisi bersih dan jernih sehingga sangat siap menerima ilmu-ilmu Allah SWT. Maka waktu-waktu seperti ba’da shubuh, ba’da dhuhur dan menjelang berbuka sangat baik sekali untuk menuntut ilmu. Pada saat yang sama para ustadz dan da’i meningkatkan aktifitasnya untuk berdakwah menyampaikan ilmu kepada umat Islam yang lain.
Umrah
Umrah pada bulan Ramdhan juga sangat baik dilaksanakan, karena akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasulullah kepada seorang wanita dari Anshor yang bernama Ummu Sinan : Agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah saw..(HR.Bukhari dan Muslim).
I’tikaf
I’tikaf adalah puncak ibadah di bulan Ramadhan. Dan I’tikaf adalah tetap tinggal di masjid taqqorrub kepada Allah dan menjauhkan diri dari segala aktifitas keduniaan.
Dan inilah sunnah yang selalu dilakukan Rasulullah pada bulan Ramadhan, disebutkan dalam hadits :
Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam ketika memasuki sepuluh hari terakhir menghidupkan malam harinya, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya(HR Bukhari dan Muslim).
Mencari Lailatul Qadar
Lailatul Qodar (malam kemuliaan) merupakan salah satu keistimewaan yang Allah berikan kepada umat Islam melalui Rasulnya shalallahu’alaihi wa sallam Malam ini nilainya lebih baik dari seribu bulan biasa. Ketika kita beramal di malam itu berarti seperti beramal dalam seribu bulan.
Malam kemuliaan itu waktunya dirahasiakan Allah SWT. oleh karena itu Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam menganjurkan untuk mencarinya. Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda:
Carilah di sepuluh terakhir bulan Ramadhan, dan carilah pada hari kesembilan, ketujuh dan kelima. Saya berkata, wahai Abu Said engkau lebih tahu tentang bilangan. Abu said berkata : Betul. Apa yang dimaksud dengan hari kesembilan, ketujuh dan kelima. Ia berkata: Jika sudah lewat 21 hari, maka yang kurang 9 hari, jika sudah 23 yang kurang 7 dan jika sudah lewat 5 yang kurang 5 (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Al-baihaqi)
Menjaga Keseimbangan dalam Ibadah
Keseimbangan dalam beribadah adalah sesuatu yang prinsip, termasuk melaksanakan ibadah-ibadah mahdhoh di bulan Ramadhan. Kewajiban keluarga harus ditunaikan, begitu juga kewajiban sosial lainnya. Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam senantiasa menjaga keseimbangan, walaupun beliau khusu’ dalam beribadah di bulan Ramadhan, tetapi tidak mengabaikan harmoni dan hak-hak keluarga. Seperti yang diriwayatkan oleh istri-istri beliau, Aisyah dan Ummu Salamah RA, Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam adalah tokoh yang paling baik untuk keluarga, dimana selama bulan Ramadhan tetap selalu memenuhi hak-hak keluarga beliau. Bahkan ketika Rasulullah berada dalam puncak praktek ibadah shaum yakni I’tikaf, harmoni itu tetap terjaga.